Hubungan Parameter Klorofil-a dengan Hasil Tangkapan Ikan Tongkol Krai (Auxis thazard) di Perairan Laut Sibolga dan Tapanuli Tengah

Authors

  • Fandi Handika Arta Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga
  • Afni Afriani
  • Mandapot Pasaribu

DOI:

https://doi.org/10.300491/tapiannauli.v5i2.196

Keywords:

Ikan Tongkol Krai (Auxis thazard), Klorofil-a, Hasil Tangkapan

Abstract

Tongkol Krai (Auxis thazard) merupakan spesies ikan pelagis yang yang paling banyak ditangkap oleh nelayan di perairan Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah dan menjadi salah satu jenis ikan yang memiliki nilai jual cukup tinggi di Indonesia. Jumlah hasil tangkapan ikan ditentukan oleh  keadaan lingkungan. Banyaknya produktivitas sekunder dari suatu komunitas tergantung pada banyaknya produktivitas primer pada komunitas yang bersangkutan, artinya produktivitas sekunder tinggi jika produktivitas primer tinggi. Produktifitas primer yang dimaksud adalah fitoplankton karena fitoplankton merupakan komponen dasar dari sebuah siklus rantai makanan. Biomassa fitoplankton bisa dihitung dengan memperkirakan konsentrasi klorofil-a. Penggunaan data satelit merupakan cara yang efektif untuk mendapatkan nilai konsentrasi klorofil-a. Nilai konsentrasi klorofil-a ini kemudian di jadikan sebagai parameter untuk melihat pengaruhnya terhadap dinamika produktivitas perikanan yang ada di perairan Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Konsentrasi klorofil-a tertinggi terjadi pada bulan November dengan nilai 1.02 mg/m3 sedangkan yang terendah terjadi pada bulan oktober dengan nilai 0.42 mg/m3. Hasil tangkapan ikan tongkol krai selama tahun 2022 adalah sebesar 1.420.196 kg, dimana hasil tangkapan terbanyak terjadi pada bulan maret dengan jumlah tangkapan sebesar 314.237 kg dan paling sedikit pada bulan mei sebesar 25.903 kg. Hasil uji regresi menunjukkan konsentrasi klorofil-a memiliki “Hubungan Cukup Kuat” dengan pengaruh sebesar 34.9%, sedangkan sebesar 65,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.

References

Adnan. 2010. Analisis Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a menggunakan Data Inderaja dan Hubungannya dengan Hasil Tangkapan Ikan Tuna (Thunnus sp.) di Perairan Kalimantan Timur. Jurnal Amanisal PSP FPIK Unpatti-Ambon. 1(1), 1-12.

Alamsyah, Andi Rivai. 2014. Karakteristik Mutu Ikan Tongkol (Auxis thazard) Segar yang Dipasarkan Eceran Keliling di Kota Makassar. Skripsi. Universitas Hasanuddin. Makassar

Andriani, A. 2017. Kelimpahan Fitoplankton dan Perannya Sebagai Sumber Makanan Ikan di Teluk Pabean, Jawa Barat. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik.

Ekayana, I.M., Karang, I., As-syakur, A.R., Jatmiko, I., Novianto, D. 2017. Hubungan Hasil Tangkapan Ikan Tuna Selama Februari-Maret 2016 dengan Konsentrasi Klorofil-a dan SPL dari Data Penginderaan Jauh Di Perairan Selatan Jawa – Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences.

Hatta, M. 2014. Hubungan Antara Klorofil-a dan Ikan Pelagis dengan Kondisi Oseanografi di Perairan Utara Irian Jaya. IPB Bogor, Fakultas Pasca Sarjana.

Hartaty Bram, H. S. (2016). Parameter Populasi Ikan Tongkol Krai (Auxis thazard) di Perairan Sibolga dan Sekitarnya. BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap, 8(Vol 8, No 3 (2016): (Desember, 2016)), 183–190.

Maulina, I.D., Triarso, I. Prihantoko, K.E. 2019. Daerah Potensial Penangkapan Ikan Tembang (sardinella fimbriata) di Laut Jawa Berdasarkan Satelit Aqua Modis. Jurnal Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. 15(1), 32-40.

Tampubolon, P. A. R. P., Novianto, D., Hartaty, H., Kurniawan, R., Setyadji, B., & Nugraha, B. (2016). Size Distribution and Reproductive Aspects of Auxis spp. From West Coast Sumatera, Eastern Indian Ocean. Research Institute for Tuna Fisheries, Ministry of Marine Affairs and Fisheries, Indonesia, 1-8.

Tangke, U., Karuwal., Zainuddin, J.C., Mallawa, A. 2015. Sebaran Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-A Pengaruhnya terhadap Hasil Tangkapan Yellowfin Tuna (Thunnus Albacares) di Perairan Laut Halmahera Bagian Selatan. Jurnal IPTEKS PSP. 2(3), 248-260.

Downloads

Published

2024-01-20