FRAKSI AKTIF RUMPUT LAUT COKELAT (Sargassum cinereum) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI
Keywords:
fraksinasi bertingkat, rumput laut, uji antioksidan, uji antibakteriAbstract
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September sampai Oktober 2022 di kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia, sifat antioksidan dan sifat antibakteri pada rumput laut Sargassum cinereum terhadap bakteri patogen Salmonella Thypi dan Staphylococcus Aureus menggunakan pelarut yang berbeda kepolarannya yaitu heksana, etil asetat dan butanol. Hasil dari studi ini adalah S. Cinereum mengandung komponen fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, steroid dan triterpenoid, saponin dan fenolik, yang cukup tinggi. S. Cinereum mampu menjadi antioksidan alami dengan nilai IC 50 fraksi etil asetat 129,682±0,80, fraksi heksana 194,797±0,26 dan fraksi butanol 400,535±0,75 dan mampu menjadi antibakteri bagi bakteri patogen Salmonella Thypi pada fraksi butanol 26,5± 3,53 dan Staphylococcus Aureus pada fraksi etil asetat 21± 2,82.
References
DPT] Direktorat Perikanan Tangkap. 2015. Indonesia produsen rumput laut Cottonii terbesar dunia. http://kkp.go.id. Diakses pada tanggal 5 Maret 2019 pada pukul 12.00 WIB. 26(2):211-219.
Anggadiredja, J.T., Zatnika, A., Purwato, H., Istini, S., 2008. Rumput Laut, Pembudidayaan, Pengolahan, dan Pemasaran Komoditas Perikanan Potensial. Penebar Swadaya: Jakarta. for estimating antioxidant activit y. Journal of Science Technology
AOAC.1995. Offical Methods of Analysis of The Association of Offical Analytical Chemists. Washington
Asnani A, Septiana AT. Kajian sifat fitokimia ekstrak rumput laut coklat sargassum duplicatum menggunakan berbagai pelarut dan metode ekstraksi. Arointek. 2012; 6(1): 22-8
Atmojo, A. T. (2016). Media Mueller Hinton Agar. diakses dari https://medlab.id/media-mueller-hinton-agar/
Bahua, H., Purwajanti, S., Pratiwi, E., dan Chaidir. 2011. Perbandingan Metode Maserasi, Remaserasi, Perkolasi dan Reperkolasi dalam Pembuatan Ekstrak Pegagan. Pusat Teknologi Farmasi dan Medika. Serpong.
D., Noiraksar, T. dan Vacharapiyasophon, P. (2011). Antioxidant activity of some seaweed from the Gulf of Thailand. International Journal of Agriculture and Biology 13: 95-99.
Davis, W.W., dan Stout, T.R., 1971. Disc Plate Method of Microbiological Antibiotic Assay. Applied Microbiology, 22 (1): 659-665.
Gazali, M., Nurjanah., & N.P.Zamani. 2018. Eksplorasi Senyawa Bioaktif Alga Cokelat Sargassum sp. Sebagai Antioksidan Dari Pesisir Barat Aceh. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. Vol. 21, No.1: 167-178.
Gilman, dkk, The Pharmalogical Basic Of The Raupetics, (Pengamon Press Inc, 1991), dalam jurnal Fahriya Puspita Sari dan Shofi Muktiana Sari, Ekstrasi Zat Aktif Antimikroba dari Tanaman Yodium (Jatropha Multifida Linn) Sebagai Bahan Baku Alternatif Antibiotik Alami, (Semarang: Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Undip, 2012), hlm 6z
Guiry, M.D., 2007. Seasonal Growth and Phenotypic Variation in Poryphyra Linearis (Rhodophyta) populations on The West Coast of Ireland. Journal of Phycology 43: 90-100.
Harborne, J.B., 2006. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Bandung : Penerbit ITB. Hal: 7-8, 69-71, 102-104, 155.
Juneidi, W. (2004). Rumput laut, Jenis dan Morfologisnya (1st ed.). Departemen Pendidikan Nasional : Jakartata
K. Rosyidah, Aktivitas Antibakteri Fraksi Saponin dari Kulit batang Tumbuhan kasturi Mangifera casturi, Jurnal Alchemy, (Vol. 1, No. 2, 2010) hlm 68
Kantachumpoo A, Chirapart A. 2010. Components and antimicrobial activity of polysaccharides extracted from Thai brown seaweeds. Kasetsart Journal Natural Science 44:220-233.
Kurniasih, S. D., Pramesti, R., & Ridlo, A. (2014), Penentuan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rumput Laut Ulva sp. dari Pantai Krakal-Yogyakarta. Journal of Marine Reseach, 3(4), 617-626
Kusumaningtyas E., Widiati R. dan Gholib D. 2008. Uji daya hambat ekstrak dan krim ekstrak daun sirih (Piper betle) terhadap C. albicans dan Trichophyton mentagrophytes. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Yogyakarta 11-10 Maret 2008.
Lutfiawan, M., Karnan & L.Japa. 2015. Analisis Pertumbuhan Sargassum sp. Dengan Sistem Budidaya Yang Berbeda Di Teluk Ekas Lombok Timur Sebagai Bahan Pengayaan Mata Kuliah Ekologi Tumbuhan . Jurnal Biologi Tropis. Vol. 15, No. 2: 135-144.
Masduqi, A.F., M. Izzati, dan E. Prihastanti.2014. Efek Metode PengeringanTerhadap Kandungan Bahan Kimia Dalam Rumput Laut Sargassumpolycystum. Buletin Anatomi danFisiologi Volume XXII, Nomor 1, Maret2014 Hal 1-9.
Molyneux P. 2004. The use of stable free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH)
MT. Madigan, dkk., Brock Biology og Microorganisms, (USA:Pretince Hall International, 2004), dalam Skripsi Mawaddah Renhoran, Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba Ekstrak Sargassum Polycystum.(Bogor: Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, 2012),hlm14
Mulyadi, Indrayani, N & W. Iba. 2019. Uji Fitokimia Ekstrak Bahan Aktif Rumput Laut Sargassum sp. Jurnal Sains dan Inovasi. Vol. 3, No. 1: 22-25.
Nagappan H, Pee PP, Kee SHY, Ow JT, Yan SW, Chew LY, Kong KW. 2017. Malaysian brown seaweeds Sargassum siliquosum and Sargassum polycystum: low density lipoprotein (LDL) oxidation, angiotensin converting enzyme (ACE), a-amylase and a-glucosidase inhibition activities. Food Research International. 1-9.
Nwodo, U.U. dkk., 2011. Effects of Fractionation and Combinatorial Evaluation of Tamarindus indica Fractions for Antibacterial Activity. Molecules, 16, pp.4818-27.
Padua D, Rocha E, Gargiulo D, Ramos AA. 2015. Bioactive compounds from brown seaweeds: phloroglucinol, fucoxanthin and fucoidan as promising therapeutic agents against breast cancer. Phytochemistry Letters. 14: 91-98.
Panjaitan, S.R & F.Madayanti. 2018. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Lipid Sargassum polycistum Terhadap Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus. Educhemia 3(1).
Paransa DSJ, Kemer K, Rumengan AP, Mantiri DMH. Analisis jenis pigmen dan uji aktivitas antibakteri ekstrak pigmen xantofil pada alga coklat sargassum polycystum (c.agardh). J LPPM Bid Sains dan Teknologi. 2014; 1(1)
Permadi, Afif.; Sutanto; Sri Wardatun. Perbandingan Metode Ekstraksi Bertingkat dan Tidak Bertingkat Terhadap Flavonoid Total Herba Ciplukan (Physalis angulata L.) Secara Kolorimetri. Program Studi Farmasi, Universitas Pakuan.2015, 1 (1), 1-10
Podungge, A., Damongilala, L. J., & Mewengkang, H. W. (2018). Kandungan Antioksidan pada Rumput Laut Eucheuma Spinosum yang Diekstrak dengan Pelarut Metanol dan Etanol. Media Teknologi Hasil Perikanan, 6(1), 197– 201.
Septiana AT, Asnani A. 2013. Aktivitas antioksidan ekstrak rumput laut Sargassum duplicatum. Jurnal Teknologi Pertanian. 14(2): 79-86.
Suroso, H.C. 2011. Uji Antioksidan dan Identifikasi senyawa aktif pada tanaman anting-anting (Achalypha Indica L). SKRIPSI. Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang
Tamat, S. R., Wikanta, T., & Maulina, L. S. (2007). Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Senyawa Bioaktif dari Ekstrak Rumput Laut Hijau Ulva reticulata Forsskal. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 5(1), 31–36.
Thangaraju N, Ventakalaksmhmi RP, Chinnasamy A dan Kannaiyan P. 2012. Synthesis of silver nanoparticles and the antibacterial and anticancer activities of the crude extract of Sargassum polycystum C. Agardh. Nano Biomedicine 4(2):89-94.
Werdhasari, Asri.,2014. Peran Antioksidan Bagi Kesehatan. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, 3(2), 59-68. 20. Kesuma, Prof.Dr.Ir. Antioksidan Alami dan Sintetik. Andalas University Press, Padang, 2015.
Wijayanto DB. 2010. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rumput Laut Kappaphycus alvarezi dan Euchema denticullatum terhadap bakteri Aeromonas hydrophila dan Vibrio harveyii. Jurnal Kelautan 3(1):1-17.
Wikler, M. A., Cockerill, F. R., Craig, W. A., Dudley, M. N., Eliopoulos, G. M., Hect, D. W., et al., 2007, Performance Standards for Antimicrobial Susceptibilitty Testing; Seventeenth Informational Supplement, Clinical and Laboratory Standards Institute, 27 (1), 44-51.
Wulansari, D., Chairul. 2011. Penapisan Aktivitas Antioksidan dan beberapa Tumbuhan Obat Indonesia Menggunakan Radikal 2,2-Diphenyl-1Picryllyndrazyl (DPPH). Majalan Obat Tradisional. Bogor: Bidang Botani, Pusat Penelitian Biologi-LIPI.